Episode 2 :Koruptor Kotor vs Bersih
at the date of
Kamis, 06 September 2012
Edit

Suatu pagi yang cerah di depan Balai Kota Nusantah Agus, Koko, Gede dan Budi sedang berdiri, mereka sedang menunggu kedatangan Susan yang berjanji akan memberikan es krim.
Budi : Kawan, sahabat orang tua saya kemarin dituduh terima uang Korupsi, nilainya sih dibilang seratus juta rupiah.
Koko : Wow, kok bisa? Pasti orang seperti itu tinggi gelar dan status tapi bodohnya bukan main! maklum manusia seperti itu jiwanya gelap.
Gede : Salah Ko! orang itu pasti suka main perempuan, suka judi, suka foya-foya hidupnya hanya untuk disia-siakan.
Koko : Kau lebih salah! yang betul itu, orang itu pasti sudah sekolah tinggi-tinggi supaya dapat menipu orang lain. Sebab dia pikir dengan kepintarannya semua orang dapat dibodohi.
Tiba-tiba datanglah seorang pria paruh baya bernama Gayus, rambut kepalanya sedikit botak, wajahnya pucat, jalannya sempoyongan karena kaki kirinya pincang. Langkahnya pun dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat berirama.
Saat melewati keempat anak kecil ini, perut Gayus berbunyi tanda kelaparan. Merasa kasihan Koko pun memberi suara kepada Idrus.
Koko : Tunggu dulu sebentar Pak Gayus saya mau berikan sesuatu pada bapak...
Tiga detik kemudian Susan tiba dengan lima es krim di kantung plastik bening. Koko mengambil satu buah es krim dan membagi nya menjadi dua. Diberikan bagian bawah es krim kepada Gayus
Koko: Ini pak.. (sambil memakan sebagian es krim)
Gayus : Terima kasih nak (suara terbata-bata, mata berkaca-kaca)
Budi, Gede dan Susan kemudan mengambil masing-masing satu es krim. Namun saat Agus ingin mengambil, Koko tiba-tiba menyerobot mengambil satu es krim lagi. Agus terkejut.
Agus : Bah!! Itu beta punya bagian, kenapa ko ambil?
Koko : Loh! yang tadi kan miliknya pak Gayus, aku bagikan kepada pak Gayus karena dia lebih membutuhkan, sedangkan yang ini milik aku, kamu sekarang belum membutuhkannya, tapi nanti suatu saat ketika kamu membutuhkan bantuan, pasti es krim itu akan datang (sambil menjilat es krim yang dipegangnya.)
Agus : Ah... beta mo pulang.